Heart of warrior 4

Heart of warrior 4
Heart of warrior 4


“ Aku bisa antar kalian kesana. Itu pun jika kalian mau. “ Tawar Alex dengan senyum hangatnya. Kenza membulatkan matanya saat tau bahwa Alex akan membawa para vampire itu ketempat rahasia mereka.

“ Gak ! Gak ada yang boleh ketempat itu kecuali kita ber-4 dan hmm .. Arwah Kamelia.” Cegah Iqbaal tak suka.

“ Apa lagi buat vampire centil ini ! Gak boleh ! Jangan sampai tempat indah itu ternodai sama tingkah laku vampire MURAHAN ini !! “ Sindir Kenza menatap Nayla jijik. Sungguh pria yang tidak punya hati ! Hanya 1 kalimat  dan 7 kata itu sudah mampu melukai hati Nayla.Gadis ini hanya bisa menatap Kenza dengan kesal namun pandangan itu tercampur oleh kesedihan yang ia alami sekarang. Pandangannya sedikit kabur karna tertutup oleh bendungan air matanya.

“ Ngomong apa tadi ?! Coba ulangi ! Aku mau dengar !! “ Pinta Nayla parau. Ia masih berusaha untuk menahan air mata sialan itu.

“ Vampire MURAHAN ! MU-RA-HAN !! “ Ralat Kenza tanpa dosa, ia tak tahu bahwa kalimat itu telah melukai hati sang gadis kecil yang tak bersalah ini. Nayla sudah tak mampu untuk menahan air matanya, dengan cepat air mata itu telah membasahi pipi gadis ini. Walau ia vampire ia tetap memiliki perasaan dan juga ia bisa menangis dengan bebasnya layaknya manusia biasa.

“ Ya ! Terserah kamu mau bilang aku apa ! Murahan, tolol, bego atau pembunuh SILAHKAN !! Aku akan terima semua kata-kata kamu meskipun itu SAKIT buat didengar !! Kamu boleh benci aku ! Kamu boleh larang aku buat gak ketempat itu ! Tapi enggak buat teman-teman aku !! Kamu boleh ejek aku, tapi enggak  buat teman-teman aku !! Aku juga punya hati, punya perasaan ... “ Isak Nayla, ia memberhentikan perkataannya karna ia rasa mulutnya sedikit kelu untuk berbicara. Tangisnya meledak ia menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, kadang dalam sesekali ia mengerang pelan. Semua menatapnya iba tak terkecuali Kenza, ia merasa sangat bersalah pada gadis ini. Segitu jahatnya kah dia ? Sampai-sampai hati gadis ini terluka. Ingin rasanya Kenza mendekap tubuh ramping Nayla dan meminta maaf padanya namun itu semua ia urungkan saat ia melihat Alex sedang mendekap tubuh Nayla. Billy mengepalkan tangannya sangat kuat bagaikan sarung tinju, rahangnya sedikit mengeras. Ingin sekali rasanya ia menghancurkan wajah pria berponi miring kanan ini, namun itu tidak mungkin ia lakukan.

“ Cowo sialan !! “ Bentak Billy. Ia menonjok wajah tampan Kenza dengan kencang hingga tubuh Kenza terpental bermil-mil meter jauhnya (WEW :P) emosinya sudah tak dapat ia tahan lagi. Tidak peduli dengan rasa malu yang ia rasakan sekarang, yang jelas ia benar-benar kesal dengan Kenza. Karin berusaha untuk menahan tubuh Billy agar ia tak berbuat kekacauan saat ini. Namun sesekali matanya melirik Alex yang sedang menenangkan Nayla, perasaanya mulai tak karuan sedikit sakit melihat itu semua. Namun ia masih bingung apa yang terjadi pada dirinya, entahlah hanya Karin, Allah dan gue yang tahu.

****

  Hembusan angin menerpa lembut kulit putih pucat Nayla, matanya masih terlihat sembab karna ia menangis semalaman. Bahkan ia lupa untuk berburu makanan, ia rasa tubuhnya sedikit lemas karna kehabisan energi. Dalam sesekali ia memainkan debu dengan kekuatannya yang unik, kadang ia membentuk debu tersebut seperti tornado kecil ditelapak tangannya.

“ Andai kamu tahu hal yang sebenarnya Ken. Aku gak ngebunuh Kamelia, ia mati karna ulahnya sendiri. “ Lirih Nayla. Ia menatap dahan pohon beringin yang menjadi tempat kematian Kamelia, dimana awal Kamelia meninggal.

Flashback on ..

“ Berikan kekuatanmu itu !! “ Paksa Kamelia mengeluarkan cahaya merah kearah Nayla, dengan cepat Nayla menghindar agar tak terkena serangan Kamelia yang mengerikan.

“ Itu gak akan mungkin Mel ! Aku akan mati jika kekuatan ini aku berikan padamu !! “ Tolak Nayla. Ia menatap Kameli dengan was-was, takut jika Kamelia akan menyerangnya ketika ia lengah .

“ Itu yang aku mau ! Kau harus mati !!! “ Pekik Kamelia lalu terbang kearah Nayla dengan kecepatan tinggi. Nayla menghindar dan Kamelia pun menabrak dahan pohon beringin, ia mati mengenaskan ! Tubuhnya menancap dibatang-batang pohon yang tajam, sapu terbangnya pun patah begitu pula dengan tongkatnya. Nayla yang melihat itupun menghampiri Kamelia lalu mengangkat separuh tubuh Kamelia untuk ia bawa keBilly agar Billy bisa menolongnya namun ketika ia sedang mengangkat tubuh Kamelia, Kenza datang dan terhenyak ketika melihat tubuh kekasihnya telah tak bernyawa. Ia berfikir kalau Naylalah yang menyebabkan kematian Kamelia, hingga saat ini Kenza masih membenci Nayla kemauan untuk membunuh Nayla sangat besar. Namun sayang sahabatnya sangat mencintai Nayla hingga ia tak tega untuk membunuh Nayla dan melukai hati sahabatnya, Alex.

FlashBack Off ...

“ Sampai kapan ? “ Gumam Nayla bertanya-tanya. Ia pun beranjak untuk kembali masuk kerumahnya yang sederhana.

****

“ Sekali lagi kamu nyakitin hati Nayla, kamu akan berurusan dengan aku ! Ngerti ?! “ Acam Alex. Ia benar-benar geram akan tingkah laku sahabatnya yang keterlaluan ini, menyakiti hati seorang gadis dengan kata-kata yang sangat hmm ... Tidak enak dihati.

“ Fine !! Tapi inget sampai kapanpun aku gak akan pernah maafin dia !! Vampire pembunuh !! “ Umpat Kenza. Alex menonjok kembali wajah Kenza yang masih biru akibat tonjokan Billy tadi, Kenzapun tersungkur kebelakang sambil memegangi wajahnya yang terasa sakit.

“ Itu belum seberapa sama rasa sakit yang Nayla rasain !! “ Ucap Alex meninggalkan Kenza yang masih meringis memegangi pipinya yang sakit.

“ Salah ya ? “ Gumam Kenza bertanya-tanya.

****
 Seperti biasa hari ini Nayla masih termenung sambil duduk dikursi kelasnya dengan rapih, telihat sudah banyak pria yang mengintipnya dari jendela luar kelas. Nayla sadar akan hal itu, tapi ia tak begitu mengubrisnya baginya itu hanya buang-buang tenaga saja.

Kringgg ..

Pelajaranpun dimulai , terlihat wanita separuh baya memasuki kelas dengan wajahnya yang seram  Sebut saja Bu Anti, lihat dari namanya saja sudah sangat anti untuk didekati. Ia termaksud dalam kategori guru tergalak satu sekolahan (Tepuk tangan :D prok prok prok). Ia duduk dikursi guru dengan gayanya yang terlihat hmm ... gimana ya ? Sombong._. lalu membuka buku lembar demi lembar dan beranjak dari kursinya menuju papan tulis. Terlihat ia sedang menuliskan suatu kalimat yang bisa membuat jantung para murid berdetak kencang. Kecuali Nayla, Karin, Lovely dan Billy, gimana mau dag dig dug ? Punya jantung juga kagak, merekakan vampire ._.

Setelah selesai menulis, guru itupun sedikit menyingkirkan badangnya agar murid-muridnya bisa membaca apa yang ia tulis barusan. Semua murid mengkerutkan keningnya, heran ? Apa maksudnya dengan kata ” ROMEO DAN JULIET ?” Apa mereka semua disuruh untuk membaca kisah Romeo dan Juliet ? Atau apa ?

“ Bu ! Ibu nulis apa sih ? “ Tanya Billy polos, membuat wajah guru tersebut kesal. Bagaimana tidak ? Dengan polosnya Billy bertanya dengan bahasa yang kurang sopan, itu menurut Bu Anti lohh.

“ Bisa kalian lihat ! Ibu akan membuat drama untuk pentas seni bulan depan. Dan kebetulan ibu adalah wali kelas dikelas ini, jadi ibu akan memilih dari kalian semua sebagai pemain drama nanti. “ Jelasnya dengan suara yang begitu lantang. Sampai-sampai Nayla yang sedang melamun langsung terkesiap dibuatnya.

“ Drama bodoh. “ Gumam Nayla pelan. Namun emang dasar kuping gajah, guru itu mendengar apa yang Nayla ucapkan. Ia menghampiri Nayla dengan wajahnya yang seperti singa kelaparan, lalu memukul penggaris panjang yang sedari tadi ia genggam kemeja Nayla dengan keras hingga semua murid terperanjat . Nayla mendongakkan wajahnya dan menatap Bu Anti yang sedang menatapnya garang, lalu berkata .

“ Apa ? “ Tanya Nayla polos. Amarah Bu Anti pun meledak seribu macam sumpah serapah ia sebut dengan lancarnya tanpa ada koma apalagi titik. Nayla sih cuek-cuek aja, ia asyik menyumpal telinganya dengan kekuatan vampirenya. Setelah 1 jam guru tersebut ceramah,Nayla baru melepaskan sumpalan telinganya tersebut dan kembali menatap wajah gurunya.

“ Kalau ibu ngomong terus kapan belajarnya bu ? “ Tanya Nayla santai. Baru saja guru tersebut ingin berkata lagi bell istirahat langsung berbunyi dengan nyaringnya. Nayla langsung membereskan alat tulisnya dan pergi dari hadapan guru tersebut dengan santai.

“ Tunggu Nayla ! Ibu belum selesai bicara !! “ Cegah Bu Anti  dengan wajahnya yang memerah. Nayla  yang masih berdiri dibibir pintu langsung menunjuk jam pink vampirenya sambil berkata.

“ Durasi bu. Besok saja ibu ceramah lagi. “ Ucap Nayla dan berlalu dari hadapan Bu Anti yang masih shock akan kelakuan Nayla yang menjengkelkan.

****
“ Hebat banget Nay. Kok bisa sih kamu berani ngelawan Bu Anti itu ? Dia kan galak Nay. “ Ucap Mina yang kagum akan kelakuan Nayla tadi. Yap, kini mereka sedang berkumpul dikantin sambil mengobrol dan bercanda ria. Merek tak lagi bertengkar paling-paling hanya terjadi perdebatan kecil antara Billy dan Mina.

“ Nayla gitu loh, dia mah berani. Gak kayak kamu yang ditegor dikit cuma bisa diem. “ Ejek Billy tanpa menatap wajah Mina yang sedikit geram dengan tingkah laku Billy yang menurutnya menyebalkan.

“ Ehh kok banyak banget tawon sih disini ? Atau jangan-jangan disini ada sarangnya lagi. “ Sindir Mina saat melihat tawon yang terbang disekitar meja mereka. Matanya melirik sinis Billy.

“ Eh eh, tawonnya hinggap dirambutnya Billy. Wah mereka pinter ya bisa tahu sarang mereka yang mana. “ Ejek Mina lagi, ia tersenyum miring dengan wajah sombongnya. Billy mengusir tawon tersebut lalu menggebrak meja dengan keras.

“ Diem deh Bule nyasar !! “ Umpat Billy kasar. Mina yang tak terima langsung menggebrak meja itu juga.

“ Ada juga kamu yang diem ! Dasar sarang tawon !! “ Balas Mina tak terima .

“ Tolol ! “
“ Idiot”
“Jelek”
“Situ lebih jelek! “
“ Bule nyasar! “
“ Tawon jelek!”
“ Gila! “
“ Kamu yang gila ! “
“ kamu”
“kamu”
“da...”

“ Berisik !!! “ Bentak Nayla. Matanya memerah menahan emosi. Billy dan Minapun langsung duduk karna takut jika Nayla marah dan terjadi pertempuran kembali.

Heningg ...

  Semua tak berani berbicara, karna mereka tahu kalau  mood Nayla sedang jelek. Nayla mengacak-ngacak rambutnya frustasi sesekali ia mengepalkan tangannya dengan kuat, ingin rasanya ia meluapkan rasa emosinya tapi ia takut, takut jika emosi itu sulit ia kendalikan dan berdampak buruk pada orang lain .

“ Disini ada tempat yang sepi gak ? “ Tanya Nayla. Alex mengangguk dengan seuntas senyuman manisnya.

“ Ada. Ditempat rahasia kita.” Jawab Alex. Nayla menggeleng sambil mendesah frustasi.

“ Enggak ah. Lagian kan aku gak boleh ketempat itu. “ Tolak Nayla dengan wajah memelas, sebenarnya itu hanya acting saja biar Kenza memperbolehkan ia pergi ketempat itu sekalian ia ingin berburu ikan. Dan ternyata actingnya gak sia-sia, Kenza menoleh lalu menatap Nayla datar.

“ Actingnya udah basi. “ Singkat Kenza dengan senyum kemenangan. Ok, sekarang Nayla makin frustasi dengan tingkah laku Kenza yang bisa dibilang keras kepala dan cuek. Nayla memasang kembali wajah sedihnya dengan mata yang berkaca-kaca, ok Nayla tetep kekeh dengan actingnya.

“ Please. “ Mohon Nayla dengan tatapan sendu, membuat semua orang yang melihatnya tak tega apalagi Billy ia nangis karna melihat wajah Nayla yang menyedihkan.

“ Gak !! “ Tegas Kenza. Nayla menjedukkan kepalanya kemeja makan kantin tersebut dengan kencang, sampai-sampai mereka ber-8 menjadi bahan sorotan.

“ Huaaaaaa !!! Kenza pelit !!!! “ Rengek Nayla dengan suara yang menggelegar. Sifat Nayla memang susah ditebak, kadang jahat, cengeng, pemarah, cuek, centil, polos, bodoh dan.. Kadang ia juga gampang sekali memaafkan orang lain. Raut wajah Kenza mulai berubah panik ketika ia ditatap sinis oleh pria-pria yang suka dengan Nayla apalagi pak kepala sekolah. Dengan wajah sangarnya dan kumis tebalnya ia berdiri disebrang meja sambil berkacak pinggang dan menatap Kenza dengan sangat tajam.

 “ Aduhh, berisik tau gak ?! Cengeng banget sih !! “ Protes Kenza sambil menutup kedua kupingnya dengan telapak tangannya. Namun, sifat jelek Nayla kambuh. Bukannya mereda, tangisnya malah semakin menjadi-jadi. Wahh raut wajah Kenza  benar-benar super panik. Keningnya sudah berkeringat dingin, kakinya bergetar hebat. Seisi pria kantin menatap Kenza dengan tatapan membunuh, ada yang memegang pisau, ada yang memegang garpu, dan ada yang memegang golok. Entah dari mana mereka dapat barang tersebut yang jelas tujuan mereka sama, untuk mengeroyok Kenza. Dan dalam hitungan ke 1 ... 2 ... 3 mereka langsung berlari kearah Kenzadengan menggunakan sapu terbang, Kenza buru-buru memanggil sapu terbangnya lalu terbang secepat kilat. Sedangkan Alex ia masih kewalahan menghentikan tangis Nayla yang meledak-ledak .

“ Aduh Nayla udah ya nangisnya. “ Pinta Alex dengan lembut. Dan dalam seketika Nayla langsung memberhentikan tangisnya lalu berkata.


0 Response to "Heart of warrior 4"

Post a Comment

Terimakasih Atas Kunjungannya,Dilarang MengCOPAS Tuilsan diblog ini