Heart of warrior 5
“ Gimana actingnya ? Bagus kan ? Nayla gitu loh. “ Ucap Nayla bangga. Karin, Lovely, Alex, Mina, Roby dan Billy tercengang mendengar ucapan Nayla yang membuat mereka shock. Lagi-lagi dan lagi saking Billy shocknya ia membuka mulutnya lebar-lebar hingga lalat itu masuk kembali ketenggorokan Billy dan tersedak.“ Uhuk uhuk. “ Billy berusaha mengeluarkan lalat tersebut . Bukannya membantu Mina malah tertawa terbahak-bahak hingga ia ikut tersedak .
****
Tempat ini memang benar-benar sangatlah indah, jelas jika Kenza tak menginginkan siapapun mengotori tempat ini. Bagaimana tidak ? Air terjun yang tak berujung, pelangi, awan biru yang begitu indah, air yang begitu jernih, burung-burung yang berkicauan, bunga-bunga cantik yang tumbuh disekitar pinggiran sungai. Sungguh menakjubkan ! Nayla masih terdiam melihat pemandangan indah yang ia lihat saat ini. Rasanya ia sangat mengenal tempat ini dan .. Sedikit ada sesuatu yang tertinggal dihatinya.Tapi, entahlah ia lupa ?
“ Badanku remuk !! “ Rintih Kenza. Sesekali ia meringis kesakitan ketika Billy menyembuhkan luka lebamnya dengan kekuatan vampire Billy. Ia menatap Nayla dengan sinis lalu membuang pandangannya kearah sungai yang begitu jernih.
“ Aku kangen kamu Mel. “ Lirih Kenza parau.Tenggorokkannya terasa tercekat saat ingatan masa lalunya bersama Kamelia terputar kembali. Dimana ia masih bisa bersama Kamelia, bersama dengan jiwa dan raga Kamelia. Namun itu semua telah sirna dengan berjalannya waktu, ia masih belum terima akan takdir yang memisahkan mereka berdua.
“ Maaf. “ Sesal Nayla saat mendengar ucapan Kenza yang membuatnya bersalah. Kenza melirik Nayla sekilas lalu tersenyum kecut.
“ Ya, gak papa. Mungkin ini memang sudah menjadi takdirku, tak bisa bersatu dengan Kamelia. “ Ucap Kenza lembut. Tapi, tunggu dulu ! Nayla merasakan sesuatu yang berbeda, entah apa ? Perasaan nyaman ketika berada didekat Kenza, perasaan sedih ketika melihat Kenza sedih. Ada apa dengannya saat ini ? Apa ia mempunyai rasa dengan Kenza ? Lalu bagaimana dengan Alex yang selama ini senantiasa berada disampingnya ?
“ Hmm .. Soal tadi maaf ya, aku tahu pasti itu sakit banget. “ Sesal Nayla lagi, matanya mulai berkaca-kaca. Tidak ! Ini bukannya acting tapi benar dan nyata ! Ia merasa menyesal karna telah melakukan hal layaknya anak kecil hingga melukai wajah Kenza sampai memar seperti ini.
“ Lupakan ! Anggap ini impas, dengan hal kemarin yang aku lakukan kepadamu. “ Nayla tersenyum tipis lalu beranjak dari posisinya yang duduk . Ia berdiri lalu memainkan angin-angin dengan jari-jari mungilnya .
“ Alam yang begitu indah. “ Gumam Nayladengan mata berbinar-binar menatap sekeliling alam yang begitu hmmm ... Luar biasa. Kenza beranjak dari posisinya setelah selesai diobati Billy, Ia berdiri disamping Nayla pandangan mereka sama-sama terpaku dengan keindahan alam ini. Seakan ini adalah mimpi, mimpi yang sangat mustahil untuk didapat apalagi Nayla.
“ Aku seperti pernah merasakan hal ini, entah kapan itu ? “ Ucap Nayla tanpa menoleh keKenza yang sedang menatapnya heran. Pernah ?
“ Kapan ? “ Tanya Kenza antusias. Nayla hanya mengangkat bahunya sambil menggeleng lemah. Sejenak Kenza teringat akan sesuatu, sesuatu yang seperti telah lama ia simpan dimemory otaknya yang dalam.
“ Aku rasa aku juga pernah melihatmu, entah kapan ? “ Nayla menyerngitkan alisnya. Bukannya mereka memang sering bertemu ?
“ Eh .. Maksudku sebelum aku kenal denganmu, dan itu sudah lama sekali. Seperti bayangan gadis kecil yang berlari sangat kencang dan mendorong tubuhku kepinggir aspa. Ya ! Aku ingat ! Aku pernah melihat gadis kecil yang mirip sepertimu, dulu saat umurku masih 7 tahun aku pernah hampir tertabrak mobil. Namun ada gadis kecil yang menolongku, saat itu ia mendorongku kepinggir aspal hingga kepalaku terbentur batu-batu kecil. Tapi begitu aku ingin melihat gadis itu ia menghilang, dan sorenya aku sedang berjalan-jalan kesini lalu tanpa aku sengaja aku melihat gadis itu sedang menangis sambil memegangi boneka kucingnya. Aku pun menghampiri gadis itu, akan tetapi begitu ia mengetahui aku datang ia lari dan menghilang. Sejak saat itulah aku gak pernah lihat gadis itu. “ Jelas Kenza panjang lebar. Nayla yang mendengar itu sedikit terhenyak, boneka kucing ? Anak kecil ? Kecelakaan ? Arghh ! Itu hanya membuat kepala Nayla sakit !
“ Ada apa ? “ Tanya Kenza saat melihat raut wajah Nayla kesakitan. Nayla menggelang lemah lalu duduk direrumputan hijau, mencoba menstabilkan rasa sakit itu .
“ Apa kau tahu sesuatu ? “ Tanya Kenza curiga. Lagi-lagi Nayla menggeleng, ia masih meringis sambil memegangi kepalanya yang terasa amat sakit.
“ Aaaaaa !!! “ Pekik Nayla ia mengerang sambil menjambak rambut panjangnya. Semua yang melihat keadaan Nayla sedang kesakitan langsung bergegas menghampirinya, Alex yang melihat Kenzaberada disamping Nayla langsung berfikir yang tidak-tidak. Tanpa berfikir panjang Alex langsung melayangkan kepalan tangannya kewajah Kenza hingga tersungkur.
“ Kamu apain lagi Nayla hah ?! Kurang puas kamu nyakitin dia ?! “ Tanya Alex dengan emosi yang mengebul-ngebul. Roby berusaha menjauhkan Alex dari Kenza, ia tak mau kalau ada pertengkaran yang terjadi diantara mereka. Kenza menatap Nayla sendu lalu menggenggam erat jemari kecil Nayla, Kenza sempat meringis menahan sakit saat Nayla mencengkram tangan Kenza dengan kuat. Kenza sadar Nayla sedang merasakan sakit yang luar biasa.
“ Apa yang terjadi ?! Nayla bicaralah !! “ Pinta Billy dengan nada khawatir. Bagaiamana tidak ? Sahabatnya kini sedang meronta-ronta kesakitan, Billy juga dapat merasakan kalau Nayla sedang mengalami rasa sakit yang entah itu karna apa ? Dengan sangat terpaksa Billy memukul punggung Nayla hingga Nayla pingsan tak sadarkan diri didekapan Kenza.
*****
Suasana masih terasa begitu panas, tak ada yang berani berbicara sedikitpun terasa sedikit canggung memang. Billy yang biasanya paling cerewetpun kini hanya dapat diam menatap sendu sahabatnya yang kini terbaring lemah tak berdaya wajahnya yang berkulit pucat membuat penampilannya semakin mengerikan untuk dilihat, bukannya jelek hanya saja terlihat sangat-sangat pucat. Disebelah kanan kirinya terdapat sesosok pria yang tak henti-hentinya menggenggam erat jemari-jemari kecil gadis tersebut, masing-masing dari mereka berdoa agar gadis ini dapat tersadar dari mimpi indahnya.
Sebenarnya ada yang sedikit berbeda dari tingkah Kenza yang membuat semua sedikit heran ? Bukankah dulu Kenza sangat membenci Nayla tapi kenapa sekarang Kenza malah setia menunggui Nayla hingga tersadar ? Benar-benar pria yang labil.
“ Emhh. “ Nayla mulai tersadar dari tidurnya, secara reflek tangan kanannya memegangi kepalanya yang terasa sakit. Berulang-ulang kali ia mengerjap-ngerjapkan matanya ungtuk menormalkan penglihatannya kembali. Ia menatap teman-temannya dengan tatapan heran, mengapa semua menatapnya dengan khawatir ? Ahh.. Andai ia bisa membaca fikirang seperti Billy mungkin ia tahu apa yang difikirkan teman-temannya kini. Nayla membenarkan posisinya, ia duduk sambil menyenderkan punggungnya disenderan kasur (Ribet -_-) lalu menatap teman-temannya dengan tatapan jengkel.
“ Aku kan sudah pernah bilang, kalau aku paling gak suka ditatapan seperti itu ! Risih tau gak ?! “ Protes Nayla sambil mengerucutkan bibirnya membuat semua yang melihat itu tertawa terbahak-bahak namun tidak dengan Kenza, ia malah asyik sibuk dengan memperhatikan siluet wajah Nayla yang terlihat cantik.
“ Cantik. “ Batin Kenza tersenyum. Cantik ? Bukankah Kenza membenci Nayla ? Tapi sekarang ? Ia malah memuji wajah Nayla yang memang terlihat cantik.
“ Tidak usah malu kali Ken, kalau mau bilang Nayla cantik ya bilang saja gak usah dalam hati ! “ Sindir Billy tersenyum geli. Kenza menoleh kesal arah Billy, makhluk kribo ini benar-benar menjengkelkan ! Batin Kenza kesal.
“ Baru tahu ya kalau aku itu cantik ? “ Tanya Nayla tersenyum genit. Kenza terkekeh melihat tingkah centil Nayla. Alex menggenggam erat pergelangan Nayla lalu mata elangnya menatap Nayla dengan tatapan yang mengandung arti tersendiri.
“ Kenapa ? “ Tanya Nayla, wajahnya yang polos membuat siapapun gemas dan menginginkan untuk mencubit pipinya. Alex tak mengubris pertanyaan itu ia masih menatap bola mata merah Nayla dengan tajam, Nayla menyerngitkan alisnya pertanda bingung, apa yang terjadi dengan pria ini ? Fikir Nayla.
Brukkk
Dengan lembutnya Alex memeluk tubuh mungil Nayla dengan sangat erat, sangat erat seperti tak ingin kehilangan Nayla untuk yang kedua kalinya. Nayla terhenyak, ia masih tak mengerti akan jalan fikiran Alex. Ada apa ? Dan mengapa ? Fikir Nayla, ia memandang Billy bermaksud meminta jawaban atas pertanyaan yang ada dibenaknya. Sebenarnya Billy mengetahui apa yang ada difikiran Alex namun ia tidak mau ikut campur dalam hal ini, well Billy sedikit terharu dengan fikiran Alex yang mengesankan.
Lain halnya dengan pria ini, ia merasakan perasaan yang aneh ? Sesak dan terasa menyakitkan !! Apa yang terjadi ? Fikirnya, tangannya mengepal keras bagaikan sarung tinju rahangnya pun mengeras. Ingin rasanya ia pergi dari tempat ini tapi tidak bisa ! Secara tiba-tiba ia merasakan kakinya itu sangat kaku untuk digerakkan, ia berusaha untuk memejamkan matanya agar tak melihat kejadian ini tapi hasilnya tetap nihil !! Matanya begitu sulit untuk diajak kompromi dan dengan secara terpaksa ia harus melihat kejadian yang membuat dadanya terasa sakit !!
Ternyata bukan pria itu saja yang merasa sakit karna kejadian itu, gadis ini juga merasakan hal yang sama. Sesak dan begitu sakit !! Mereka berdua sama-sama tidak tahu dengan apa yang terjadi pada dirinya yang hanya bisa mereka lakukan adalah menahan sakit ini sampai kejadian itu selesai. Billy begitu bingung dengan pemikiran Karin dan Kenza yang aneh menurutnya. Perasaan mereka sama yaitu cemburu tapi mereka gak sadar akan hal itu, Billy tersenyum kecil menatap Kenza dan Karin. Lucu, fikirnya.
Masih pada posisi yang sama, Alex belum juga melepaskan pelukkan itu. Nayla heran dengan sikap Alex yang tak seperti biasanya, dengan secara reflek Nayla membalas pelukan itu ia mengelus pundak pria itu menyuruhnya untuk tenang. Alex mulai merenggangkan pelukkannya lalu tersenyum manis pada Nayla, bola mata merah Nayla yang begitu indah saat dipandang menambahkan kesan kecantiikan tersendiri pada gadis itu.
“ Please, jangan bikin aku khawatir lagi. “ Lirih Alex, wajahnhya terlihat begitu tersiksa. Apa yang perlu Alex khawatirkan darinya ? Fikir Nayla, Alex menarik lembut tengkuk Nayla dan mengecup lembut kening Nayla. Nayla membulatkan matanya, begitupun Karin dan Kenza. Perasaan tak percaya dan kesal bercampur menjadi satu dalam benak Kenza dan Karin, dengan cepat mereka berdua keluar dari ruangan yang hanya bisa menyakitkan hati mereka berdua saja. Alex mulai menjauhkan wajahnya dari wajah Nayla, dapat ia saksikan perubahan warna yang terdapat pada pipi Nayla. Alex tertawa kecil sambil mengacak-ngacak rambut Nayla dengan gemas, membuat Nayla mengerucutkan bibirnya dan mengembungkan kedua pipi chubbynya.
“ Gak lucu ! “ Ketus Nayla. Billy berdehem kesal karna sedari tadi kehadirannya sangat tidak disadari. Nayla mengerutkan keningnya bingung, kemana Kari n dan Kenza ? Fikirnya.
“ Karin kemana Bill ? “ Tanya Nayla. Billy hanya menggelengkan kepala, ia fikir ini bukanlah urusannya jadi lebih baik jika ia bilang tidak tahu dan berpura-pura bodoh. Kalian tahu ? Nayla bukanlah vampire bodoh, ia tahu mana yang jujur dan mana yang bohong. Nayla mendapati Billy yang berbohong sekarang, ia tahu kalau sebenarnya Billymengetahui kemana perginya Karin dan Kenza hanya saja ia tak mau memberitahu.

0 Response to "Heart of warrior 5"
Post a Comment
Terimakasih Atas Kunjungannya,Dilarang MengCOPAS Tuilsan diblog ini