Malam yang hampa, hanya hembusan angin dan bunyi jangkrik yang terdengar. Jari-jari kecil masih terus asik mengetuk-ngetukan pada meja belajar yang kini sedang digunakan unguk menompang kepala gadis cantik ini. Pandangannya masih terfokus akan lukisan yang ia gambar secara asal disecarik kertas putih. Menatapi lekuk tiap lekuk dari wajah pria yang ia gambar, perlahan ia mulai menyandarkan tubuhnya disandaran kursi belajar sambil merenggangkan otot-otonya yang sedikit kaku .
Bola mata coklatnya menatap bintang-bintang dilangit yang menghiasi langit
malam dengan indah. Fikirannya melayang akan kejadian 2 hari yang lalu dimana
pada hari itu ia berpisah dengan kekasihnya.
FlashBack
On ..
"
Apa harus secepat ini? Aku bisa menunggu kamu jika aku mau. " Lirih Gadis
cantik berambut panjang bergelombang. Air matanya telah membasahi wajah
cantiknya, bahunya bergetar hebat saat mengetahui bahwa kekasihnya akan pergi
meninggalkannya untuk beberapa tahun ini.
"
Nggak Nayla, aku gak bisa! Aku takut kalau aku akan mengecewakan kamu nanti.
" Ucap pria itu sambil mengenggam erat tangan sang gadis. Jujur! Berat
rasanya untuk melepaskan gadis yang telah lama ia perjuangkan untuk mendapati
cintanya. Bertahun-tahun ia jalani dengan ketegaran untuk bisa mendapati hati
gadis ini namun ketika ia telah mendapatnya secara terpaksa ia harus melepaskan
gadis itu dengan alasan tak ingin hati gadis itu terluka.
" Please. " Pinta Nayla. Air matanya mulai menetes kembali dengan derasnya, ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Sesekali ia mengerang dalam tangisnya, Fakhripun mendekap wajah gadis tersebut didadanya dan ia merasa begitu hangat saat gadis itu menangis didekapaanya. Sungguh pria ini benar-benar tak tega untuk meninggalkan gadis yang ia cintai ini sendirian.
FlashBack Off...
Nayla menghelakan nafasnya dengan berat, fikirannya kini benar-benar kacau. Perasaan rindu, khawatir, sedih dan sebagainya kini bergabung menjadi satu dan hal ini hampir membuatnya benar-benar gila !! Sudah bekali-kali ia mengirimkan pesan singkat kepada kekasihnya. Kenapa kekasih? Karna saat itu Nayla meminta kepada Fakhri untuk tidak putus, karna ia yakin kalau ia sanggup menunggu Fakhri untuk pulang kembali ke Indonesia walaupun itu harus memakan waktu yang lama._.
" Bales dong Fah! " Gumam Nayla sebal. Bayangkan! Sudah beribu-ribu kali ia mengirimkan pesan singkat namun hasilnya tetap sama! Tak dibalas! Menjengkelkan bukan?!
“ Arghh!! “ Nayla mengacak-ngacak rambutnya frustasi bahkan berulang kali sudah ia memukul-mukulkan kepalanya dimeja riasnya dengan kencang tanpa merasa sakit sedikitpu !! Gadis hebat! (prok prok prok).
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari dan hari berganti bulan, sedangkan

0 Response to "Menunggu Bersama Mimpi 1"
Post a Comment
Terimakasih Atas Kunjungannya,Dilarang MengCOPAS Tuilsan diblog ini