Menunggu Bersama Mimpi 3
bagaikan sebuah anak panah yang menancap
dihati gadis tersebut hingga membekaskan sebuah luka yang sulit untuk diobati.
Apa salahnya hingga pria ini dengan teganya mengucapkan kalimat yang begitu
menyakitkan untuk didengar. Nayla menggeleng tak percaya sambil tertawa kecil
bagaikan orang yang kurang waras. Nayla melangkah mundur sambil menahan air
matanya yang mulai memproduksi lagi sambil berkata.
“ Bilang kalau ini mimpi!! Bilang kalau ini gak nyata!! AKU MIMPIKAN? Iya kan? Ini gak nyata!! Aku harus bangun!! Enggak aku harus bangun!! “ Isak Nayla histeris. Ia tak henti-hentinya memukul kepalanya dengan kedua telapak tangannya. Fakhri hanya menatapnya tak tega jika bukan karna wanita picik itu, ia tak akan mungkin mengakhri hubungannya dengan gadis yang sangat ia cintai.
Fakhri berjalan gontai menuju Nayla yang terlihat begitu frustasi. Ia mendekapkan tubuh Nayla dengan lebut dan membiarkan Nayla menangis sepuasnya dan merasakan pelukannya untuk terakhri kalinya.
“ Aku gak mau! Bilang kalau ini gak nyata! ini bohong ! Enggak mungkin hikss.. “ Lirih Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Fakhri meringsi melihat tingkah Nayla yang menyedihkan.
“ Ini nyata Nay, maafin aku. Aku dijodohkan oleh kedua orangtuaku sama anak dari teman kerabat ayahku. Aku sudah berulang kali menolak Nay, tapi wanita itu terus mendesakku ia mengancam akan membuat orang-orang yang aku sayangi menderita. Aku gak mau dia nyakitin kamu Nay ! Aku gak mau. “ Lirih Fakhri, jujur perasaannya benar-benar sakit ! Sangat sakit ! jika ia bisa memilih ia ingin waktu berputar kemasa lalu masa dimana dia masih menjalin hubungan kekasih dengan Nayla tanpa adanya hambatan yang terjadi namun, itu mustahil! Waktu tak akan mungkin berputar kemasa lalunya yang indah. Kini ia hanya bisa meratapi takdir yang telah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa yaitu Allah swt. Apapun keputusannya ia yakin itu adalah yang terbaik untuk dirinya dan juga Nayla.
“ Aku gak bisa Fah, lebih baik aku mati!! Aku gak bisa hidup tanpa kamu!! “ Isak Nayla. Fikirannya benar-benar kacau, Fakhri menggeleng-gelengkan kepalanya pelan lalu menatap sendu gadis tersebut.
“ Kamu bisa Nay! Aku yakin itu! Nay, masih banyak laki-laki didunia ini yang suka sama kamu sayang dan bahkan cinta sama kamu. Aku harap kamu mau datang kepernikahan aku Nay. Asal kamu tau dari lubuk hatiku yang paling dalam aku masih sangat mencintai kamu. Ingat Nay, penantianmu selama ini akan terbayar dengan mimpi dan juga perjuanganmu selama ini. Yakinlah kalau Allah akan senantiasa membantumu dalam kesulitan. Love you Nay. “ Fakhri mengecup kening Nayla dengan lembut, Nayla memejamkan kedua matanya berusaha mencoba tegar untuk menghadapi semua masalah yang menimpanya saat ini. Kini yang Nayla tahu ia hanya harus berdoa dan menanti bersama mimpi dan berjuang untuk mendapatkan hasil yang memuasakan. Percayalah kawan apapun hasilnya kita tetap harus mensyukuri itu semua, karna apapun yang kita lakukan tak akan pernah sia-sia dimata Allah Swt.
Tamat ...
“ Bilang kalau ini mimpi!! Bilang kalau ini gak nyata!! AKU MIMPIKAN? Iya kan? Ini gak nyata!! Aku harus bangun!! Enggak aku harus bangun!! “ Isak Nayla histeris. Ia tak henti-hentinya memukul kepalanya dengan kedua telapak tangannya. Fakhri hanya menatapnya tak tega jika bukan karna wanita picik itu, ia tak akan mungkin mengakhri hubungannya dengan gadis yang sangat ia cintai.
Fakhri berjalan gontai menuju Nayla yang terlihat begitu frustasi. Ia mendekapkan tubuh Nayla dengan lebut dan membiarkan Nayla menangis sepuasnya dan merasakan pelukannya untuk terakhri kalinya.
“ Aku gak mau! Bilang kalau ini gak nyata! ini bohong ! Enggak mungkin hikss.. “ Lirih Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Fakhri meringsi melihat tingkah Nayla yang menyedihkan.
“ Ini nyata Nay, maafin aku. Aku dijodohkan oleh kedua orangtuaku sama anak dari teman kerabat ayahku. Aku sudah berulang kali menolak Nay, tapi wanita itu terus mendesakku ia mengancam akan membuat orang-orang yang aku sayangi menderita. Aku gak mau dia nyakitin kamu Nay ! Aku gak mau. “ Lirih Fakhri, jujur perasaannya benar-benar sakit ! Sangat sakit ! jika ia bisa memilih ia ingin waktu berputar kemasa lalu masa dimana dia masih menjalin hubungan kekasih dengan Nayla tanpa adanya hambatan yang terjadi namun, itu mustahil! Waktu tak akan mungkin berputar kemasa lalunya yang indah. Kini ia hanya bisa meratapi takdir yang telah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa yaitu Allah swt. Apapun keputusannya ia yakin itu adalah yang terbaik untuk dirinya dan juga Nayla.
“ Aku gak bisa Fah, lebih baik aku mati!! Aku gak bisa hidup tanpa kamu!! “ Isak Nayla. Fikirannya benar-benar kacau, Fakhri menggeleng-gelengkan kepalanya pelan lalu menatap sendu gadis tersebut.
“ Kamu bisa Nay! Aku yakin itu! Nay, masih banyak laki-laki didunia ini yang suka sama kamu sayang dan bahkan cinta sama kamu. Aku harap kamu mau datang kepernikahan aku Nay. Asal kamu tau dari lubuk hatiku yang paling dalam aku masih sangat mencintai kamu. Ingat Nay, penantianmu selama ini akan terbayar dengan mimpi dan juga perjuanganmu selama ini. Yakinlah kalau Allah akan senantiasa membantumu dalam kesulitan. Love you Nay. “ Fakhri mengecup kening Nayla dengan lembut, Nayla memejamkan kedua matanya berusaha mencoba tegar untuk menghadapi semua masalah yang menimpanya saat ini. Kini yang Nayla tahu ia hanya harus berdoa dan menanti bersama mimpi dan berjuang untuk mendapatkan hasil yang memuasakan. Percayalah kawan apapun hasilnya kita tetap harus mensyukuri itu semua, karna apapun yang kita lakukan tak akan pernah sia-sia dimata Allah Swt.
Tamat ...

0 Response to "Menunggu Bersama Mimpi 3"
Post a Comment
Terimakasih Atas Kunjungannya,Dilarang MengCOPAS Tuilsan diblog ini