Menunggu Bersama Mimpi 2


Menunggu Bersama Mimpi 2
Menunggu Bersama Mimpi 2

bulan berganti tahun. 5 tahun lamannya, Nayla masih kekeh menunggu Fakhri untuk kembali. Bahkan gadis ini sempat dikatakan GILA oleh tetangga-tetangganya, bagaimana tidak? Gadis ini kerap kali kepergok sedang menangis sambil tersenyum tidak jelas, wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang berubah menjadi kurus menambahkan kesan mengerikan pada gadis ini. Bahkan setiap Nayla melirik kearah orang yang sedang menatapnya heran, orang tersebut langsung lari terbirit-birit dengan takutnya.

  Setiap malam hari, ia sering sekali berteriak histeris sambil memanggil-manggil nama Fakhri. Orangtuanya, pembantu, guru, bahkan teman-temannya merasa iba pada gadis ini. Setiap diajak berpergian ia hanya menggeleng lemas sambil berkata.

“ Yang aku mau Fakhri.” Begitulah kata-kata yang ia ucapkan. Sungguh menyedihkan!

  Minggu pagi, seperti biasa Nayla hanya melakukan aktifitasnya yang hmm...Membosankan. Termenung didepan jendela sambil mengetuk-ngetukkan jemari kecilnya dimeja dengan tatapan kosong. Fikirannya berputar kemasa lalunya saat bersama Fakhri. Tawa manisnya, wajahnya behelnya membuat ia merasa kan perih itu kembali. Isaknya kembali terdengar namun sedikit pelan karna ia tak mau ada yang mendengarkan tangisnya dan masuk kekamarnya dengan sangat tidak sopan. Ada yang masuk dengan cara mendobrak pintu kamarnya, ada yang menggedor-gedorkan pintu kamarnya dengan keras seperti orang kemalingan dan bahkan ada yang memasuki kamarnya lewat jendela kamar gadis tersebut. Benar-benar menjengkelkan! Dengus Nayla.

 Namun ada yang beda kali ini, ia mendengar ada yang mengetuk pintunya dengan pelan bahkan terdengar seperti alunan nada yang begitu lembut. Kali ini dengan senang hati ia membukakan pintu kamarnya. Perlahan demi perlahan, ia melihat dari bawah hingga keatas dan...Ia langsung terdiam bagaikan patung saat melihat orang tersebut. Wajah putihnya, hidung mancungnya, rambut, behel dan senyuman yang begitu ia rindukkan. Seorang pria yang ia tunggu-tunggu, pria yang sempat membuatnya gila. Kini berdiri dihadapannya dengan senyuman manisnya, air matanya mulai memproduksi dan menerobos keluar dari kelopak matanya. Tangisnya mulai pecah, bahunya bergetar dengan hebatnya. Ia mendekap pria tersebut dengan erat, sangat erat !! Pria itu membalas dekapan Nayla melepaskan kerinduan yang selama ini menghantuinya. Fakhri, pria yang selama ini Nayla nanti, pria yang benar-benar Nayla rindukan. Semua doanya terkabul, Nayla sukses membuat baju Fakhri basah akibat air matanya yang tak henti-hentinya keluar. Perlahan demi perlahan Fakhri mengelus rambut panjang Nayla dengan lembut, mengecup kening Nayla dengan hangatnya.

“ Ak..Aku ka..Ngen kamu Fah. “ Isak Nayla. Fakhri tersenyum lalu merenggangkan pelukannya dan jemarinya mulai menghapus air mata Nayla dengan lembutnya. Fakhri menatap sendu kekasihnya itu wajahnya benar-benar pucat tubuhnya sudah hampir tak kurus kering. Rasa menyesalnya mulai muncul saat melihat keadaan kekasihnya yang begitu mengerikkan. Air matanya ikut menetas sedikit demi sedikit, ia menggenggam erat jemari mungil milik Nayla dan mengecup punggung tangan Nayla sambil menitikkan air matanya kembali. Dadanya terasa begitu sesak karna ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.

“ Maaf. “ Sesal Fakhri, ia menatap bola mata coklat milik Nayla dari pandangan dapat diartikan mengandung sesuatu yang entah sulit untuk dibicarakan. Nayla menatap Fakhri dengan heran, untuk apa ia minta maaf ? Batin Nayla bertanya-tanya.

“ Untuk apa? “ Tanya Nayla polos. Tangis Fakhri mulai terdengar begitu menyedihkan, ia tak tega menyampaikan hal ini kepada kekasih yang sangat ia cintai.

“ Maaf Nay, kurasa hubungan kita cukup sampai disini. “ Ucap Fakhri berat. Ucapan tersebut

0 Response to "Menunggu Bersama Mimpi 2"

Post a Comment

Terimakasih Atas Kunjungannya,Dilarang MengCOPAS Tuilsan diblog ini